Kepenasaran Pep Guardiola Pada Liga Champions

Kepenasaran Pep Guardiola Pada Liga Champions

Kepenasaran Pep Guardiola Pada Liga Champions

Kepenasaran Pep Guardiola Pada Liga Champions – Keberhasilan tim asuhan Pep Guardiola  menjuarai Liga Inggris 2017/2018 disambut suka cita pendukung Manchester City. Tetapi, bukan Pep orangnya jika tidak ingin lebih, lebih, dan lebih. Menjuarai 3 Liga besar di Eropa (Spanyol, Jerman, dan Inggris) selama satu dasawarsa ini ternyata tidak membuat pelatih berwarga Catalan ini puas. Terbukti setelah beberapa jam dinyatakan juara musim ini, Pep Guardiola mengevaluasi timnya di ajang Liga Champions. Musim keduanya ini, target yang diusung pertama kali adalah meraih gelar Liga Champions serta mengambil kembali tahta Liga Inggris. Skuad yang dimiliki City memang tidaklah gemuk, namun kualitas pemain yang dimiliki memang kualitas diatas rata-rata. Skuad ini diminta untuk menyudahi rasa penasaran warga Manchester biru ini dalam menjuarai Liga Champions. Meskipun prestasi terbaik adalah mencapai babak semifinal dimusim 2015-2016, sebelum dihentikan Real Madrid.

Perpaduan skuad senior dan junior Manchester City musim ini terbilang baik. Posisi penjaga gawang Ederson Moraes menggantikan peran Bravo yang sudah menginjak usia 35 tahun. Generasi Kompany akan segera diganti oleh pemain macam Aymeric Laporte dan John Stones. Begitu juga di lini tengah, tak dipungkiri David Silva sudah dimakan usia. Meski demikian, Kevin de Bruyyne mampu menampilkan peran yang lebih fleksibel. Lini depan juga tidak luput dari perubahan generasi, Aguero sudah sering cedera. Penggantinya, yakni Gabriel Jesus akan sering selebrasi (mengangkat telefon ). Sungguh skuad yang dikira cukup untuk mengarungi liga seketat liga Inggris.

Butuh Dewi Fortuna

Liga Inggris berbeda dengan Liga Champions. Terbukti, 5 gelaran terakhir juaranya tidak pernah mampir ke Negeri Elisabeth ini. Terakhir tim Inggris yang menjuarai si kuping besar adalah Chelsea (strategi parkir bus). Masih ingat juga tahun 2005, Liverpool (dinaungi dewi fortuna) yang menjuarai Liga Champions setelah comeback sensasional melawan AC Milan. Kesimpulannya, jika Pep Guardiola penasaran dengan menjuarai Liga Champions tidak hanya skuad berkualitas dan istimewa saja. Faktor dewi fortuna juga perlu dipertimbangkan dalam mengikuti kompetensi juara dari para juara ini. Kunjungi Agen Taruhan Terbaik AG303.

Baca Juga :

Trofi Gratis Dari Manchester United

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: