Penghasilan Wasit Di Piala Dunia 2018

Penghasilan Wasit Di Piala Dunia 2018
Penghasilan Wasit Di Piala Dunia 2018

Penghasilan Wasit Di Piala Dunia 2018

Penghasilan Wasit Di Piala Dunia 2018 – Korps baju hitam, atau yang biasa dikenal dengan wasit kerap menjadi sorotan belakangan ini. Kontroversi wasit menjadi diskusi panas usai laga Real Madrid vs Juventus dan Manchester City vs Liverpool di ajang Liga Champions. Tugas wasit memang tidak ringan. Mereka harus memimpin jalannya pertandingan dan menjadi pengadil. Keputusan sang wasit yang tak gampang diterima pemain, pelatih, dan suporter. Apalagi keputusan yang harus diambil per sekian detik setelah ada suatu kejadian. Salah mengambil keputusan bisa mengubah jalannya pertandingan. Menjelang Piala Dunia 2018, kinerja wasit menjadi salah satu sorotan. Sampai-sampai diskusi mengenai perlunya asisten wasit berupa rekaman audio video diperlukan.

Satu topik tak kalah menarik adalah, berapa para wasit digaji?  Menurut Marca, Senin 16 April 2018, ada 36 wasit dan 63 asisten yang akan bertugas di Piala Dunia 2018. Mereka merupakan perwakilan dari negara-negara anggota FIFA terpilih. FIFA menggaji wasit bervariasi tergantung pengalaman dan perkembangan kariernya. Sejumlah wasit top dunia seperti Felis Brych dari Jerman, Cuneyt Cakir dari Turki, dan Nestor Pitana dari Argentina bakal menerima bayaran 57 ribu Euro (Rp 968,6 juta) dengan tambahan 2.500 Euro (Rp 42 juta) per pertandingan. Asisten wasit dibayar 20 ribu Euro (Rp 339,8 juta) dan tiap memimpin pertandingan mendapatkan tambahan penghasilan 1600 Euro (Rp 27 juta).

Mental dan Fisik Wasit Wajib Prima

Sebuah nominal yang fantastis. Namun, tidak sebanding dengan mental dan fisik sang pengadil lapangan selama setidaknya 90 menit pertandingan. Jika terjadi suatu keputusan yang keliru, wasitlah sasaran pertama yang disalahkan. Contoh wasit yang sampai hari ini menjadi sejarah kelam bagi tim yang merasa dirugikan adalah Bryan Moreno. Wasit asal Ekuador tersebut memimpin pertandingan Italia melawan tuan rumah Korea Selatan pada babak 16 besar Piala Dunia 2002. Beberapa kali keputusan Bryan Moreno dirasa merugikan bagi Italia. Mulai menganulir gol Tommasi yang sebenarnya onside. Membiarkan pemain tuan rumah mencederai Francesco Coco sehingga luka dikepala. Puncaknya mengkartu merah Francesco Totti karena dianggap diving. Diakhir laga Korea Selatan berhasil mengalahkan sang calon juara Italia dengan skor 2-1. Hingga saat ini Bryan Moreno dicap sebagai perampok oleh warga Italia. Kunjungi Agen Taruhan Terbaik AG303.

Baca juga :

Penyelamatan Donnarumma Senyum Juventus

Buntut Panjang Kericuhan Arema FC vs Persib Bandung

Kepenasaran Pep Guardiola Pada Liga Champions

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*