Thiago Motta bicara Kegagalan PSG di Liga Champions

Thiago Motta bicara Kegagalan PSG di Liga Champions

Thiago Motta bicara Kegagalan PSG di Liga Champions

Thiago Motta bicara Kegagalan PSG di Liga Champions – Sejak 2011 Paris Saint-Germain berganti kepemilikan menjelma menjadi salah satu klub top Eropa karena dana transfer yang berlimpah. Pemain sekelas Zlatan Ibrahimovic, Angel Di Maria, hingga Neymar dibeli dengan harga yang tidak murah agar membuat PSG bisa bersaing, tidak hanya di level Prancis melainkan di Eropa. Hingga musim ini, PSG masih belum menunjukkan giginya ketika berlaga di Liga Champions. Menurut Thiago Motta, kegagalan PSG ini disebabkan karena perbedaan cara bermain antara Liga Perancis dan Liga Champions.

Menurut Motta PSG bermain dengan satu cara di Liga Perancis dan cara lain di Liga Champions. Motta memberi contoh Liverpool yang bisa mencapai babak final Liga Champions musim ini, dan Inter Milan ketika berhasil menjadi juara di Liga Champions tahun 2010.  Ketika Motta di Inter Milan, timnya selalu bermain dengan serangan balik mengandalkan Samuel Eto’o, Diego Milito, dan Wesley Sneijder. Inter Milan selalu melakukan ini di Liga Italia maupun di Liga Champions.

Thiago Motta menilai PSG tidak demikian halnya. Klub asuhan Unai Emery itu garang di liga domestik tetapi bermain di Liga Champions klubnya lembek sekali. Sejak kedatangan Nasser Al-Khelaifi yang menjadi presiden klub, perjalanan PSG di Liga Champions tidak pernah lebih dari babak perempat final. Terakhir, Neymar dkk tersingkir di babak 16 besar setelah kalah agregat 2-5 dari klub Spanyol, Real Madrid. Atas kegagalan di Liga Champions tersebut, sebanyak tiga pelatih terpaksa mundur dari jabatannya. Unai Emery yang menjabat sebagai Pelatih PSG saat ini, dipastikan mundur di akhir musim ini. Sebelumnya, Carlo Ancelotti dan Laurent Blanc juga mundur menyusul kegagalan nihilnya prestasi PSG di Eropa.

Unay Emery Pilih Mundur

Unai Emery menyatakan akan mundur dari kursi pelatih Paris Saint-Germain pada akhir musim ini karena gagal membawa PSG menjuarai Liga Champions dalam dua tahun kepelatihannya. Menurut Pelatih PSG ini, pekerjaannya semakin sulit saat tersingkir pada babak 16 besar Liga Champions oleh Barcelona musim lalu. Enam bulan pertama sangat berat karena Zlatan Ibrahimovic baru saja pergi dan PSG juga berusaha beradaptasi. Setelah itu, PSG membaik. Musim lalu, PSG dikalahkan oleh Barcelona pada babak 16 besar. Musim ini, mereka harus disisihkan oleh Real Madrid.  Tersingkirnya PSG di Liga Champions musim kemaren memang sangat menyakitkan. Unggul 4-0 pada laga pertama di kandang, PSG harus menyerah 1-6. Kunjungi Agen Taruhan Terbaik AG303.

Baca Juga :

Bagi Toni Kroos Uang Tidak Dapat Membeli Prestasi

Arsene Wenger Suksesor Unai Emery

Keyakinan Mantan Winger Milan Terhadap Neymar

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: